Jumat, 08 Maret 2013

Sejarah dan Perkembangan Ilmu Akuntansi


A.           Pengertian Akuntansi

Menurut Weygant (dalam Yadiati & Wahyudi, 2007) akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan.
Sedangkan menurut Meigs (dalam wikipedia.com, 2008) akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.
B.            Sejarah Akuntansi
Akuntansi merupakan profesi tertua di dunia. Dari sejak zaman prasejarah, keluarga memiliki catatan tersendiri untuk mencatat makanan dan pakaian yang harus mereka persiapkan dan mereka gunakan pada saat musim dingin. Ketika masyarakat mulai mengenal adanya “perdagangan”, maka pada saat yang sama mereka telah mengenal konsep nilai(value) dan mulai mengenal sistem moneter (monetary sistem).[1]
Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, daun dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran pembukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolli dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti.[2]
Buku itu yang pertama memuat dasar-dasar akuntansi. Pada bagian buku itu terdapat subjudul “Tractus de Computies et Screptoria” yang membahas secara khusus dasar-dasar akuntansi. Subjudul itu dikembangkan menjadi tulisan yang khusus membahas akuntansi dengan diberi judul “La Scoula Perfecta de Mercaanti dan diterbitkan oleh penerbit Paganini. Karena tulisannya itu, Luca Paciolli dijuluki Bapak Akuntansi.
Sebenarnya Luca  Pacioli bukanlah orang yang menemukan double entry book keeping system, mengingat sistem tersebut telah dilakukan sejak adanya perdagangan antara  Venica dan Genoa pada awal abad ke-13 M setelah terbukanya jalur perdagangan antara Timur Tengah dan kawasan Mediterania. Bahkan pada tahun 1340 Bandahara kota Massary telah melakukan pencatatan dalam bentuk double entry. Hal ini pun diakui oleh Luca Paciolli bahwa apa yang di tuliskannya berdasarkan apa yang telah terjadi di Venice sejak satu abad sebelumnya.
Menurut Peragallo, orang yang menuliskan double entry pertama kali adalah seorang pedagang yang bernama Benedetto Cotrugli dalam buku Della Mercatua e del Mercate Perfetto pada tahun 1458  namun baru diterbitkan pada tahun 1573.
Menurut  Vernon Kam(1990), ilmu akuntansi diperkenalkan pada zaman Feodalisme Barat. Namun, setelah dilakukan penelitian sejarah dan arkeologi ternyata  banyak data yang membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan ini sudah di kenal akuntansi.
Dalam buku “Accounting Theory”, Vernon Kam (1990) menulis:
“Menurut sejarahnya, kita mengetahui bahwa sistem pembukuan double entry muncul di Italia pada abad ke-13. Itulah cacatan yang paling tua yang kita miliki mengenai sistem akuntansi “double entry” sejak akhir abad ke-13 itu. Namun adalah mungkin sistem double entry sudah ada sebelumnya.”
Hendriksen, dalam bukunya “Accounting Theory” menulis:
“...the introduction  of Arabic Numerical greatly facilited the growth of accounting.” (penemuan angka arab sangat membantu perkembangan akuntansi).
Kutipan ini menandai anggapan bahwa sumbangan Arab terhadap perkembangan  disiplin akuntansi sangat besar dalam perkembangan ilmu akuntansi. Artinya besar kemungkinan bahwa dalam peradaban Arab sudah ada metode pencatatan akuntansi. Bahkan mungkin mereka yang memulainya. Bangsa Arab pada waktu itu sudah memiliki administrasi yang  cukup maju, praktik pembukuan telah menggunakan buku besar umum, jurnal umum, buku kas, laporan periodik dan penutupan buku.
Menurut Littleton (1959) perkembangan  akuntansi di suatu lokasi itu sendiri, melainkan juga di pengaruhi oleh perkembangan pada saat atau periode tersebut dan dari masyarakat lainnya.

C.           Perkembangan Awal Akuntansi
Pada awalnya akuntansi merupakan bagian dari ilmu pasti, yaitu bagian dari ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masalah hukum alam dan perhitungan  yang bersifat memiliki kebenaran yang absolut. Sebagai bagian dari ilmu pasti yang perkembangannya bersifat akmulatif, maka setiap penemuan metode baru dalam akuntansi akan menambah dan memperkaya ilmu akuntansi tersebut.
Penemuan metode baru dalam akuntansi senantiasa mengalami penyesuaian dengan kondisi setempat, sehingga dalam perkembangan selanjutnya, ilmu akuntansi lebih cenderung menjadi bagian dari imu sosial (sosial science), yaitu bagian dari ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena keadaan masyarakat dengan lingkungan yang bersifat lebih relatif.
Perubahan ilmu akuntansi dari bagian ilmu pasti menjadi ilmu sosial lebih disebabkan oleh faktor-faktor perubahan dalam masyarakat yang semula dianggap sebagai sesuatu yang konstan, misalnya tarnsaksi usaha yang akan dipengaruhi oleh budaya dan tradisi serta kebiasaan dalam masyarakat. Oleh sebab  itu, akuntansi masih berada di tengah-tengah pembagian ilmu pengetahan teresebut hingga kini.  Bahkan mayoritas pemikir akuntansi saat ini masih menitikberatkan pada pemikiran positif melalui penggunaan data empiris dengan pengolahan yang bersifat matematis.

D.           Perkembangan Akuntansi di Indonesia.  
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Paciolli[3].
Pada awalnya, karena penjajahan Belanda akuntansi di Indonesia menganut sistem tata buku yang disebut juga sistem kontinental. Namun sejak konfrontasi dengan Belanda [kembalinya Irian Barat] Indonesia kembali mengirimkan tenaga pendidik ke Amerika untuk belajar akuntansi di universitas Amerika.Setelah Belanda menjajah Indonesia, Sistem akuntansi beralih dari sistem kontinental [Belanda] menjadi sistem Anglo Saxon [Amerika] dan kemudian dikenal dengan nama akuntansi [accounting]. Sistem ini disebut juga dengan tata buku yang sebenarnya tidaklah sama dengan akuntansi, di mana tata buku menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sedangkan akuntansi menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal seperti kegiatan analisis dan interpretasi berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi.
Perkembangan selanjutnya tata buku sudah mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia perusahaan atau orang semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman modal asing di Indonesia yang membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi, karena sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat (Anglo Saxon). Penyebab lain sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan ilmu akuntansi itu di Indonesia.
Saat ini sistem Anglo Saxon semakin populer di Indonesia baik dalam pendidikan akuntansi maupun dalam praktek dunia bisnis

3 komentar:

  1. maap bu, tulisannya rada sulit di baca

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohya, maaf, lupa setelannya.. mungkin sebaiknya di copy ke word dulu, baru dibaca.. :)

      Hapus
  2. Iya, sama2, terima kasih kembali.. salam kenal juga, saya mahasiswi fakultas ekonomi Islam :)

    BalasHapus