Jumat, 08 Maret 2013

Aspek Ekonomi dan Sosial dalam Studi Kelayakan Bisnis


Pengertian Aspek Ekonomi dan Sosial
Aspek ekonomi dan sosial merupakan pengaruh apa yang akan terjadi dengan adanya perusahaan, khususnya dibidang perekonomian masyarakat tempatan dan bidang sosial kemasyarakatan. Setiap usaha yang dijalankan akan memberikan dampak positif dan negatif bagi berbagai pihak.
Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan, sedangkan bagi pemerintah akan memberikan pemasukan berupa pendapatan baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dalam Aspek ekonomi dan sosial perlu ditelaah apakah keberadaaan suatu proyek atau usaha akan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial kepada berbagai pihak atau sebaliknya. [1]
A.    Dampak  Aspek Ekonomi dan Sosial
Dampak yang ditimbulkan  dengan berdirinya sebuah perusahaan melalui kaca mata ekonomi dan Sosial yaitu sebagai berikut :
o   Dampak dari aspek ekonomi dengan adanya suatu proyek atau usaha meliputi :
1.      Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui :
a.       Terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan  bagi masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.
b.      Tersedianya sarana dan prasarana umum yang kelak akan dbisa berguna untuk masyarakat banyak juga pemerintah berupa : jalan raya, listrik, sekolah,masjid dan lain-lain.
c.       Tersedianya beragam produk barang dan jasa di masyarakat, sehingga meningkatkan persaingan dalam menciptakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
2.     Menggali, mengatur dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui :
a.       Penggunaaan lahan yang efisien dan efektif
b.      Peningkatan nilai tambah sumber daya alam
c.       Membangkitkan lahan tidur
3.    Meningkatkan perekonomian pemerintah yaitu:
a.     Menambah peluang dan kesempatan kerja  bagi masyarakat.
b.     Pemerataan pendistribusian pendapatan.
c.     Meningkatkan devisa negara.
d.    Memperoleh pendapatan berupa pajak dari sumber-sumber yang dikelola oleh perusahaan.
4.    Pengembangan wilayah
a.    Meningkatan pemerataan pembangunan( dengan prioritas daerah tertentu).
b.    Membuka isolasi wilayah dan cakrawakala pemikiran masyarakat dengan masuknya pembangunan.
Dampak negatip yang mungkin timbul dari aspek ekonomi :
1.    Eksplorasi sumberdaya yang berlebihan.
2.     Masuknya pekerja dari luar yang mengurangi kesempatan atau peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Sedangkan dampak sosial dengan adanya suatu proyek atau investasi meliputi :
1.    Komponen Demografi
a.    Struktur penduduk
b.    Tingkat pendapatan penduduk.
c.    Pertumbuhan penduduk.
d.   Tenaga kerja.
2.      Komponen Budaya
a.    Kebudayaan (adat istiadat, nilai dan norma budaya)
b.    Proses sosial.
c.    Warisan budaya .
d.   Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha atau kegiatan.
3.      Kesehatan masyarakat
a.    Parameter lingkungan masyarakat yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b.    Proses dan potensi terjadinya pencemaran.
c.    Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit(angka kesakitan dan angka  kematian).
d.   Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.
Dampak negatif aspek sosial :
ü  Perubahan gaya hidup, budaya, adat istiadat dan struktur sosial lainnya.
ü  Meningkatnya kriminalitas.[2]  
Pengukuran manfaat ekonomis lebih sulit dibanding pengukuran biaya ekonomis, karena di samping manfaat ekonomis yang diterima secara langsung berupa output proyek yang dapat diukur dengan satuan moneter, terdapat juga manfaat sekunder yang sulit diukur dengan satuan moneter.[3]

Manfaat sekunder ekonomi yang sulit diukur dengan satuan moneter :
1.    Naiknya tingkat konsumsi.
2.     Membantu proses pemerataan pendapatan.
3.    Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
4.    Mengurangi ketergantungan (menambah swadaya negara).
5.    Mengurangi pengangguran (menambah kesempatan kerja).
6.     Manfaat sosial, budaya dll.
Pengukuran manfaat ekonomi lebih sulit dibanding biaya ekonomi, karena:
1.    Beberapa manfaat primer sulit diukur dengan uang.
2.    Kebanyakan manfaat memerlukan perkiraan jangka panjang.
3.    Banyak manfaat yang bersifat tidak langsung dan dalam perwujudannya perlu proyek tambahan.
 Ada manfaat yang dinikmati oleh pihak yang berkembang secara tidak seimbang, artinya kadang-kadang sulit mencapai efek distributif yang seimbang

C.  Peningkatan Pendapatan Nasional
Apabila suatu investasi bisa meningkatkang pendapatan masyarakat, maka secara otomatis akan meningkatkan pendapatan nasional. Artinya dengan adanya investasi akan berpengaruh terhadap peningkatan  pendapatan secara nasional dan pendapatan daerah dimana investasi tersebut dilakukan.
Untuk menghitung Pendapatan Nasional dapat dilakukan melallui tiga pendekatan :
1.    Pendekatan Produksi (Production Approach) yaitu nilai keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu. Cara menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah dengan menjumlahkan nilai seluruh barang dan jasa.
2.    Pendekatan Pengeluaran (Ekpenditure Approach) yaitu pendapatan nasional yang dihitung dengan cara menjumlahkan  seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat dalam perekonomian. Pengeluaran yang dimaksud disini yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi dan investasi pemerintah,ekspor impor.
Pendekatan Pendapatan (Income Approach)  yaitu pendapatan nasional yang dihitung dengan menjumlahkan balasan jasa yang diterima oleh faktor produksi. Yang termasuk dalam jenis pendapatan yaitu gaji dan upah, sewa,bunga,pajak tidak langsung,dan lail-lain.

[1] Kasmir, Studi kelayakan Bisnis, Jakarta : Kencana , 2003.hal.287
[2] http://yantisuzana.blogspot.com/2012/01/materi-skb.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar