Kamis, 20 Desember 2012

Laporan Penelitian


A.                Pengertian dan Tujuan Laporan Penelitian[1]
Laporan ialah keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan berdasarkan fakta. Fakta yang dilaporkan berdasarkan keadaan obyektif yang dialami sendiri si pelapor (dilihat, didengar, dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan kegiatan. Sedangkan penelitian diartikan sebagai 1) pemeriksaan yang teliti; penyelidikan; 2) kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.
Dengan demikian, yang dimaksud penyusunan laporan hasil penelitian, adalah proses pengaturan dan pengelompokan secara baik tentang informasi suatu kegiatan berdasarkan fakta melalui usaha pikiran peneliti dalam mengolah dan menganalisa objek atau topik penelitian secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.
Sementara tujuan laporan penelitian, antara lain: 1) Mengatasi suatu masalah, 2) Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif. 3) Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah. 4) Mengadakan pengawasan dan perbaikan. 5) Menemukan teknik–teknik baru.

B.                 Pokok-pokok Penting Laporan Penelitian[2]
Langkah akhir penelitian adalah membuat laporan penelitian. Laporan penelitian adalah suatu proses panjang atau pendek dari suatu penelitian atau tahapan penelitian tertentu yang merupakan deskripsi sementara ataupun terakhir yang disusun secara sistematis, objektif, ilmiah, dan dilaksanakan tepat pada waktunya. Laporan ini menjadi semakin penting karena “benda” ini akan menjadi peninggalan tertulis dari suatu penelitian yang telah dilaksanakan.
1.                  Proses pembuatan laporan penelitian memerlukan kreatifitas dan imajinasi yang dapat memberikan roh kepada laporan penelitian itu dan dapat menggiring pembaca ke tengah makna laporan penelitian sehingga seakan-akan pembaca berada dan melaksanakan sendiri penelitian yang dilaporkan itu.
2.                  Laporan penelitian hendaknya ditulis dengan gaya bahasa terhormat, komunikatif kepada siapa laporan penelitian itu ditujukan. Gaya bahasa laporan penelitian harus tidak tandus, tetapi menarik, tidak monoton dan harus berdasarkan fakta nyata.
3.                  Perlu menjadi catatan bahwa laporan penelitian yang baik tidak selalu diukur dengan tebal tipisnya laporan tersebut, akan tetapi apakah laporan itu telah mendeskripsikan sosok hasil penelitian secara utuh atau tidak. Kadang laporan penelitian dibuat selalu tebal padahal isi laporannya sangat sedikit, selebihnya adalah basa-basi penulis saja, namun ada juga laporan yang dibuat tipis padahal isinya pun tidak terdeskripsi dalam laporan itu.

C.                Prinsip-prinsip Dalam Penulisan Laporan Penelitian[3]
Terdapat beberapa prinsip penting yang perlu dipertimbangkan didalam menulis laporan penelitian. Beberapa prinsip yang dipaparkan berikut ini merupakan hasil ramuan dari prinsip-prinsip yang dikemukakan dalam karya Lincoln & Guba (1985), Bogdan & Niklen (1982), Moleong (1991), Nasution (1992), Patton (1990), Faisal (1990), dan Susilo (1995).
1.                  Laporan penelitian harus memiliki struktur yang korehen antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Ia harus disusun dalam logika yang runtut dari bab ke bab. Tidak boleh terjadi dimana laporan penelitian tidak bersambung secara logis antar bab atau antar bagian.
2.                  Laporan penelitian tidak sama dengan rancangan atau proposal penelitian. Proposal penelitian disusun sebelum penelitian dilakukan, sedangkan laporan ditulis setelah kegiatan penelitian (lapangan) berlangsung. Karena itu gaya dan langgam penulisan laporan penelitian berbeda dengan proposal penelitian. Laporan penelitian menceritakan sesuatu yang lampau atau sudah berlangsung, sedangkan proposal penelitian membicarakan sesuatu yang akan dilakukan.
3.                  Bahasa dalam laporan penelitian adalah bahasa resmi dan baku sesuai standar bahasa yang baik dan benar. Setiap kutipan dalam laporan penelitian harus disebutkan sumbernya secara jelas.
4.                  Laporan penelitian harus ditulis dengan penuh kejujuran, apa adanya, dan tidak diperkenankan melakukan manipulasi-manipulasi.
5.                  Laporan penelitian harus ditulis sesuai dengan jangkauan penelitian yang telah ditentukan serta berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan. Ditulis secara padat dan tidak perlu melebar kemana-mana yang tidak ada kaitannya dengan focus kajian.
6.                  Didalam penulisan laporan penelitian seorang peneliti perlu untuk selalu melakukan pengecekan ulang data yang ada untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam membangun analisis dan penarikan kesimpulan.
7.                  Laporan penelitian seharusnya memberi peluang untuk dikaji ulang oleh peneliti-peneliti lain.
8.                  Laporan penelitian hendaknya mencantumkan secara jelas tentang kapan dan batas waktu dalam pelaksanaan penelitian.
9.                  Laporan penelitian tidak perlu diklaim oleh penelitinya sebagai sesuatu yang sudah sempurna dan final sehingga tidak perlu dikaji ulang. Dalam laporan penelitian harus ada suatu pengakuan tentang kekurangan dan kelemahan-kelemahan tertentu dari penelitian yang dilakukan. Jadi, seorang peneliti dituntut untuk bersikap rendah hati.
10.              Laporan penelitian hendaknya konsisten mengikuti model, batas jangkauan, dan tujuan yang telah ditentukan sejak awal.
11.              Dalam laporan penelitian hendaknya ditampilkan secara jelas dimensi - dimensi konteks dari fenomena yang diteliti.
12.              Laporan penelitian harus menggunakan dalam bahasa baku dan resmi, laporan penelitian menjadi lebih menarik jika ditulis dengan gaya bahasa yang lugas, pilihan kata yang mudah dicerna, narasinya mengalir, tidak ada pengulangan - pengulangan, sehingga pembaca pun dapat menikmatinya dengan enak dan senang.

 Kesimpulan
Laporan penelitian merupakan tahap akhir dari proses kegiatan penelitian merupakan pekerjaan yang sangat penting yang tidak boleh diabaikan dan dipandang sepele. Karena menulis laporan penelitian sesungguhnya cukup berat serta memerlukan keahlian dan keterampilan tersendiri dalam memahami pokok-pokok penting, prinsip-prinsip, format dan teknis penulisan laporan penelitian. Hal-hal tersebut harus sangat diperhatikan dan dipelajari semantap mungkin mengingat banyaknya peneliti yang masih mempunyai masalah dalam penulisan laporan penelitian. Sayang sebenarnya, karena laporan penelitian mencerminkan kualitas peneliti serta dapat dijadikan bukti bahwa penelitian telah dilakukan.


[2] Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Kencana Prenada Media, Jakarta, 2005) h. 233-4
[3] Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif, h. 196-8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar